Konsep Open Space vs Closed Space - interiorpedia

Open Space vs Closed Space

  • Post author:
  • Post category:Blog / Interior
  • Reading time:10 mins read

Open Space vs Closed Space

Open Space vs Closed Space | Floor plan merupakan bagian penting dari setiap renovasi rumah. Mereka mempengaruhi segalanya, mulai dari biaya konstruksi hingga tempat Anda menghabiskan waktu di rumah. Jika Anda sedang berada dalam tahap desain, Anda mungkin perlu mempertimbangkan manfaat floor plan terbuka dan tertutup.

Floor plan terbuka (open space) dapat membuka rumah Anda dan menciptakan nuansa modern di mana setiap ruangan memiliki aliran ke ruangan berikutnya. Sebaliknya, floor plan tertutup (closed space) memiliki lebih banyak nuansa klasik namun memberikan privasi yang jauh lebih baik.

Jika Anda merasa tidak yakin tentang desain manakah yang cocok untuk Anda dan keluarga, Anda bisa terus membaca informasi open space vs closed space pada artikel ini sehingga dapat memutuskan konsep manakah yang paling pas untuk Anda gunakan.


Apa itu Open Space ?

Rumah dengan konsep open space memiliki satu ruangan besar yang membentuk ruang tamu tunggal. Contoh paling umum dari konsep open space adalah penggabungan antara ruang dapur, ruang makan, dan ruang tamu.

open space vs closed space - Konsep open space - interiorpedia
Source : Mike Gattorna

Manfaat menggunakan konsep Open Space

  1. Membuat ruang tampak lebih besar

Terutama baik untuk rumah dengan ukuran terbatas, konsep open space dapat membuat area terbatas terasa jauh lebih besar dari yang sebenarnya.

  1. Menciptakan ruang untuk penggunaan banyak furnitur

Penggunaan dinding minimalis menciptakan banyak ruang untuk tempat duduk tambahan dan sedikit batasan tentang bagaimana Anda dapat mengaturnya.

  1. Mudah dalam berinteraksi sehari-hari

Dengan konsep open space, anggota keluarga dapat berada di area terpisah, misalnya dapur dan ruang tamu namun masih berinteraksi satu sama lain.

  1. Memungkinkan Anda untuk mengawasi anak-anak

Orang tua tetap dapat memastikan anak-anak mereka aman dan berperilaku baik walaupun sedang mencuci pakaian atau menyiapkan makan malam.

  1. Menciptakan ruang lebih leuasa untuk tamu yang datang

Rumah dengan konsep open space dapat dengan mudah menampung sejumlah besar tamu yang dapat bersosialisasi tanpa berpisah ke kamar yang berbeda.

  1. Menyebarkan cahaya alami dari sinar matahari

Lebih sedikit penggunaan dinding bisa membuat bagian tengah rumah Anda dapat memperoleh manfaat dari sinar matahari alami.

  1. Peningkatan nilai jual kembali

Konsep open space merupakan salah satu konsep yang cukup populer dan disukai oleh banyak orang. Dengan menggunakan konsep open space, Anda dapat meningkatkan nilai rumah Anda ketika ingin menjualnya kembali di waktu mendatang.

Selain memberikan banyak manfaat, rumah dengan konsep open space juga memiliki beberapa hal negatif seperti : suara bising dan bau menyengat bisa berpindah dengan mudah ke bagian ruang lainnya yang menyebabkan kita memerlukan effort yang lebih banyak untuk mengatasinya.

Selain itu, dalam hal mendinginkan maupun menghangatkan sebuah ruangan akan cukup sulit karena ruang yang besar. Hal ini tentu bisa menyebabkan membengkaknya tagihan listrik setiap bulannya.

Setelah mengetahui konsep open space, sekarang kita lanjutkan dengan konsep closed space.


Apa itu Closed Space ?

Rumah-rumah yang dibangun sebelum tahun 1990-an umumnya dirancang dengan menggunakan konsep closed space, biasanya dengan tiga perempat dinding yang memisahkan ruang utama. Layout dari konsep closed space ini membuat rumah lebih fungsional dan memisahkannya menjadi area dengan privasi yang berbeda.

open space vs closed space - Konsep closed space - interiorpedia
Source : Francesca Tosolini

Manfaat menggunakan konsep Closed Space

  1. Ruang privasi

Terkadang Anda membutuhkan waktu untuk diri sendiri, dan dinding serta pintu merupakan solusi yang baik untuk kebutuhan tersebut tanpa merasa terganggu oleh orang lain.

  1. Pengontrolan suara

Selain mendapatkan privasi pribadi, pintu memungkinkan Anda membatasi sirkulasi suara di rumah Anda sehingga suara dari luar ruangan tidak bisa masuk ke dalam kamar Anda.

  1. Dekorasi dinding maksimal

Dengan menggunakan konsep closed space, Anda dapat menggantung karya seni dan foto di seluruh rumah Anda sesuai dengan yang Anda inginkan.

  1. Kamar khusus

Semakin banyak kamar, semakin banyak kesempatan yang Anda miliki untuk menciptakan tujuan khusus dari setiap kamar yang Anda buat.

  1. Meminimalis kekacauan

Dengan konsep closed space, anak-anak cenderung tidak menyebarkan kekacauan yang mungkin mereka ciptakan ke kamar lainnya. Barang-barang dapat disimpan di satu area rumah. Ini membuatnya lebih mudah untuk dibersihkan.

  1. Mengurangi biaya tagihan listrik

Ruang dengan konsep closed space lebih mudah untuk dihangatkan dan didinginkan daripada ruang dengan konsep open space. Hal ini tentunya dapat menghemat uang Anda dari tagihan listrik yang membengkak setiap bulannya.

Meskipun privasi merupakan manfaat utama dari konsep closed space, kita tidak bisa secara langsung memperhatikan yang terjadi pada setiap ruangan karena dibatasi oleh dinding ruangan, hal ini cukup menyulitkan apabila kita memiliki anak kecil yang harus tetap dalam pengawasan meskipun kita sedang melakukan aktivitas lainnya di ruang yang berbeda.

Baca juga : Jenis-jenis ruangan di rumah sederhana


Open Space vs Closed Space

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih konsep ruangan pada sebuah rumah. Jika Anda tahu bahwa Anda tidak bisa menggunakan konsep closed space, mungkin sudah waktunya untuk beralih ke konsep open space. Kuncinya adalah memanfaatkan ruang yang tersedia sebaik mungkin untuk aktivitas Anda sehari-hari.

Cobalah pikirkan beberapa pertanyaan berikut ini terkait open space vs closed space agar Anda dapat menentukan konsep mana yang cocok untuk rumah Anda.

  1. Apakah Anda sering mengadakan banyak acara di rumah?

Jika ya, berarti konsep open space akan sangat cocok untuk Anda.

  1. Apakah Anda menghabiskan banyak waktu di dapur?

Jika ya, berarti konsep open space memungkinkan Anda bersosialisasi saat memasak.

  1. Apakah Anda lebih suka ruang kecil dan tenang?

Jika ya, konsep closed space mungkin adalah pilihan terbaik Anda.

  1. Apakah Anda senang menggantung banyak karya seni di dinding Anda?

Jika ya, konsep closed space akan menyediakan dinding yang Anda butuhkan untuk dekorasi.

  1. Apakah Anda lebih suka tampilan modern atau Anda lebih suka klasik?

Konsep open space akan membantu Anda mendapatkan tampilan modern, sedangkan konsep closed space akan mempertahankan tampilan klasik.

  1. Apakah rumah Anda terlalu bising?

Jika menggunakan konsep open space, maka kebisingan akan semakin besar, sedangkan konsep closed space memungkinkan Anda untuk mereduce kebisingan di satu area saja.


Demikianlah informasi tentang konsep Open Space vs Closed Space yang bisa Anda pahami dan terapkan sesuai dengan kebutuhan Anda. Semoga informasi ini bermanfaat ya.